terimakasih untukmu telah membuatku berharga

Diposting oleh chank Sabtu, 02 April 2011 0 komentar

Bersamamu, berbilang masa telah terlewati
Berderai tawa telah mewarnai
Beragam duka telah menghiasi
Berderai air mata telah membaluri perjalanan kita.

Kemudaanmu, kemudaanku,
keegoisanku, keegoisanmu,
harapanku, cita-citamu,
Semangatmu, hasratku,
Kita padu dalam sebuah komitmen.

Ibarat lukisan, sebagian besar kanvas telah terlukis.
Bermotif corak yang kita gambar
Semuanya menuju pada sebuah karya indah yang tak tahu kapan selesainya
Namun yang pasti, ikatan batin akan menyatukan hasil akhirnya

Saat aku lelah dan ingin berhenti, sebuah kata bijak selalu menyadarkanku lagi
Hidup ini singkat, apa lagi yang dicari, syukuri apa yang ada.
Itu adalah kata-katamu.
Selalu begitu, hadir di saat tepat, penyemangat di saat jatuh.

”Kau beruntung, telah mendapatkan semua yang diinginkan wanita,”
Seragam orang-orang di sekelilingku berkata.
Tapi hanya aku, dan kamu yang tahu
Masih banyak malam-malam kita yang dihiasi air mata.
Tapi aku bahagia, hidup bersamamu adalah impianku.

Perjuangan kita tak sepenggal tahun,
Meramu cobaan menjadi sebuah kekuatan pun berulang kita lakoni.
Jatuh bangun, bergandengan bersama, berpelukan, berbagi tangis dalam kepiluan membuat keduaan kita semakin kuat.

Kekuatan kita juga bersumber dari kebahagiaan
Kesenangan yang kita pupuk terus, memahami,
berbagi pengertian, maaf, dan saling mendukung
Saat kau berhasil meraih impian, itu adalah saat terindahku
Aku akan selalu ada, selalu hadir menjadi sumber energimu

Cinta itu memaafkan, katamu
Aku akan selalu mengenang masa-masa indah saja.
Hari ini, kata-kata itulah yang kupegang untuk terus berjalan,
di atas semua khilaf atas ketidaksempurnaanku
memaknai hubungan kita,
menjaga kasih sayang ini.

Semoga masih panjang waktu yang terhampar,
Semoga tak ada lagi luka.
Yang kelak hanya akan ada kisah bahagia.
Masih banyak cita-cita kita yang belum terlaksana,
Masih banyak mimpi yang harus kita raih,
Masih banyak tanggung-jawab yang harus dijalani
Masih banyak harapan yang harus kita wujudkan
Masih panjang doa yang harus kita lafaskan
Semoga Tuhan masih berkenan memanjangkan umur,
Memberi kita waktu ...

Dan terima kasih untukmu yang telah mewarnai hari-hariku
Terima kasih untukmu yang telah membuatku bahagia
Terima kasih untukmu yang telah membuat hidupku lengkap
Terima kasih untukmu yang telah membuatku menjadi berarti dan berharga..
Akhirnya terima kasih untuk semua yang kau punya ...
Segalanya, terima kasih Tuhan ...

terima kasih untukmu......

Diposting oleh chank 0 komentar

Always follow your heart, because if it’s Right, you will succeed, and if it’s wrong, you will learn. –unknown author-

Hear hear!! Setuju sama pepatah diatas. Dibalik suatu pengambilan keputusan, selalu ada resiko yang mengikuti dan harus kita ambil. Saat resiko itu indah, ya kita harus bersyukur. Dan bila resiko nya kurang sesuai harapan, ya Kita harus belajar.

Kalo prinsip itu udah tertanam dalam diri,,, kata “menyesal” akan mulai hilang dari kamus kita. Karena mindset kita udah terbentuk, akan sukses atau akan belajar…

Pepatah diatas tadi bisa berlaku hampir diseluruh segi kehidupan kita. Dalam segi memilih pekerjaan, pengambilan kesempatan, atau pun dalam sebuah hubungan.

Ehm klo pepatah tadi kita terapkan di sebuah hubungan, pasti hasilnya akan indah banget tuh… gag bakal ada yg namanya sakit hati, dendam, atau bahkan merasa dikhianati.. karena kalo hubungannya gagal, kita langsung punya mindset : “oke, ini pelajaran bagiku, dan aku beruntung telah belajar dari dia”

Yah, mungkin terlalu naif kalau begitu setelah putus, semenit kemudian kita bisa bangkit dan mengatakan “aku baik-baik aja kok”. Hehe, malah aneh klo kayak gitu. Pasti ada rasa sedih juga, hmm namanya juga manusia. Hehe… Perbedaannya adalah, orang yang punya prinsip seperti diatas tadi, akan lebih mudah dan cepat dalam recovery. Gag bakal menghabiskan berbulan-bulan atau bertahun-tahun menangisi masa lalu nya itu…

Beneran deh, nikmat banget klo kita bisa menganggap semua itu adalah proses belajar. Kita bakal bisa nerima dengan lebih “legowo” alias “ikhlas” dan akhirnya nanti kita bisa sampai pada tahap “bersyukur”… bersyukur karena telah diberi kesempatan belajar dari seseorang itu…

Damai nya kondisi tersebut dapat kita lihat di cuplikan lagu ini :

mengenal mu kepingan hidupku
mencintamu belajar bagiku
buatku tumbuh lebih dewasa
tak kan ada rasa sesal dihati
tak kan ada benci selimuti diri
hanya terimakasih untukmu

yup!! Tak kan ada sesal, tak kan ada benci. Yang ada hanya terimakasih untukmu… Karena berkat seseorang itu, kita pasti bisa belajar sesuatu… ^_^

Nih, aku kasih lirik lagu versi lengkap…

Ini lagu ciptaan temen saya sendiri loh… namanya adinda… ini saya share lirik lagu nya saja ya, klo mau minta versi mp3 nya, minta langsung ke pencipta sekaligus penyanyi aja ya..

Terimakasih Untukmu

by : adinda

naif hati ini
menempuh sekeping hidupku
mengenal walaupun tertipu
oleh sebuah cinta…
tak mengerti kini
menghilang begitu saja
tanpa mengucap sebuah kata
kata berpisah

Reff
mengenal mu kepingan hidupku
mencintamu belajar bagiku
buatku tumbuh lebih dewasa
tak kan ada rasa sesal dihati
tak kan ada benci selimuti diri
hanya terimakasih untukmu

tak mungkin kembali
semua yang telah terjadi
tak dapat dihindari
rasa sakit ketika kau pergi
melupakan semua kenangan yang telah terjadi
mengingkari hati yang bukan inginku

hubungan tak di restui orang tua

Diposting oleh chank Jumat, 04 Maret 2011 0 komentar

“Orangtua tidak menyetujui hubungan, karena pasangan berlatar belakang orang sebrang.” Kami sudah menjalin hubungan kurang lebih tiga tahun. Kami berdua merasa cocok, walaupun pertengkaran terkadang mewarnai hubungan kami.

Beberapa waktu lalu hubungan kami sempat putus, tapi kami kembali rujuk, dan langsung berencana melanjutkan hubungan ke jenjang lebih serius. Masalahnya, orangtua, terutama dari pihak sidia, tidak merestui hubungan kami, dikarenakan berlatar belakang orang sebrang.

Orang tua sidia berfikir dan merasa takut, jika disuatu hari anaknya akan di tinggal/disiasiakan, dan takut juga akan dibawa pergi jauh oleh suaminya suatu hari kelak, sehingga dengan alasan itulah hubungan kami tidak dapat direstui oleh orang tua sidia.

Kami juga sudah mencoba untuk memberikan masukan/padupadan kepada orang tua dan keluarga sidia, namun pihak keluarga sidia masih tetap belum bisa menerima tentang hubungan kami.

Terkadang aku juga berfikir sendiri dan sedih , salah apa diriku ini sehingga orang tuanya tidak bisa menerima hubungan kami, dan mengaggap semua orang itu sama. Kami yakin bahwa dengan niat baik dan tulus tidak akan ada yang bisa menhancurkan/memisahkan hubungan kami.

Orangtua sidia tetap ingin memisahkan kami dan menikahkan sidia dengan pria lain pilihan keluarganya. Namun, kami saling mencintai dan hanya ingin menikah dengannya.Yaallah apa yang harus saya lakukan…..? Kapan kami bisa menikah dan mendapatkan restu dari keluarganya……? Niat baik sudah kami utarakan kepada keluarga sidia, namun niat baik dari hubungan kami tidak disambut dengan baik pula. “Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna”

ketika orang tua tidak merestui kisah cinta kita

Diposting oleh chank Kamis, 03 Maret 2011 0 komentar

jatuh cinta dan memiliki seorang pacar memang menyenangkan dan bisa membuat hidup kita lebih indah dan tentunya lebih bersemangat lagi untuk menjalani hari demi hari demi. Tapi tidak semua kisah cinta itu berjalan mulus, selalu ada saja yang menghalangi atau bahkan membuat kisah cinta kita jadi lebih sulit untuk dijalani.

Dan mungkin yang paling sering terjadi adalah ketika orang tua tidak setuju atas hubungan cinta kita? Orang tua kita tidak mau menerima pilihan hati kita dan membenci orang yang jadi pacar kita.

Bila anda pernah mengalami seperti hal seperti ini, dimana hubungan cinta kita tidak mendapat restu dari orang tua, jangan kecil hati dulu dan jangan terburu-buru mengambil langkah yang bisa jadi, justru akan merugikan kehidupan kita.

Ketika orang tua tidak merestui hubungan kita, ada baiknya anda melakukan lagi cek dan rechek atas permasalahan yang sedang dihadapi, dan anda harus siap melihat dan menerima sisi baik maupun sisi buruk dari masalah ini.

Cek Motivasi Hubungan Cinta ini

Yang pertama kali harus kita lakukan adalah mengetahui dulu motivasi apa yang menyebabkan kita memilih dia menjadi pacar kita? Apa tujuan dari hubungan yang kita jalin. Apakah tujuan kita memilih dia itu hanya untuk sekedar gila-gilaan, biar lebih dipandang sebagai ce/co gaul, atau mungkin ada motivasi lain yang lebih tinggi, misal karena kita menginginkan dia jadi istri/suami kita? Dengan mengetahui motivasi sebenarnya dari sebuah hubungan, kita bakal lebih mengetahui apakah kita emang benar-benar cinta sama dia? atau justru cinta yang kita rasakan ini cuma sekedar perasaan kagum sesaat saja? Atau malah yang parah lagi bila kita memilih dia, cuma ingin teman-teman kita memandang kita hebat karena bisa mendapatkan dia, yang notabene ce/co idaman?

Nah, bila kita telah mengetahui apa sebenarnya motivasi dari hubungan cinta kita, dijamin kita bakal lebih mudah untuk menghadapi ketidaksetujuan dari orang tua kita.

Apakah ini Benar-Benar Cinta?

Sekali lagi, tanya pada diri kita sendiri, apakah yang kita rasakan ini adalah benar-benar cinta? Apakah emang kita benar-benar sayang sama dia? Saat kita jatuh cinta pada seseorang, kita akan selalu memandang semua hal itu mungkin dan bisa dilakukan. Dengan kekuatan cinta, kita bisa lebih bersemangat, apa yang tadinya terasa tidak mungkin menjadi mungkin.

Tapi ketika tiba-tiba orang tua tidak setuju dengan hubungan kita, maka akan dengan mudahnya kita menyalahkan mereka, dan menganggap mereka tidak mengerti dengan perasaan yang kita alami.

Apa Motivasi dari ketidaksetujuan Orang Tua

Langkah berikutnya adalah mengetahui apa motivasi dibalik ketidaksetujuan orang tua atas hubungan cinta kita. Cari tahu latar belakang dari kehidupan orang tua kita dan kemudian kita bandingkan dengan latar belakang dari pacar kita, karena biasanya perbedaan latar belakang seringkali menjadi penyebab utama dari ketidaksetujuan orang tua. Ada banyak alasan yang bisa menyebabkan orang tua tidak merestui hubungan kita, dan itu semua harus kita cari tahu apa motivasi dari alasan-alasan tersebut.

Jika Orang Tua Kita Ternyata Salah

Orang tua juga manusia, tidak selamanya mereka selalu benar. Bila ternyata ketidaksetujuan mereka lebih dilatar belakangi karena masalah racis (perbedaan suku, warna kulit dst), kelas sosial, atau bahkan perbedaan pekerjaan (misal dia kurang mapan dibandingkan dengan kita). Bila itu semua yang menjadi alasan, maka sudah selayaknya kita berjuang mempertahankan hubungan cinta kita dan tidak begitu saja menyerah dan setuju dengan ketidaksetujuan orang tua kita.

Orang tua mungkin merasa khawatir bila ternyata hubungan cinta kita justru akan membuat kita sengsara, atau membuat kita dikucilkan dari pergaulan masyarakat. Dan terkadang orang tua mempergunakan “aturan” atau “tata sosial” zaman dulu, yang terkadang kurang relevan dengan keadaan zaman sekarang.

Bila ternyata semua ini yang menjadi penyebab ketidaksetujuan orang tua kita, maka sudah sewajarnya kita bisa memberikan argumen yang tepat pada mereka untuk mempertahankan hubungan cinta kita. Bagaimanapun ketidaksetujuan yang disebabkan karena masalah rasis, kelas sosial sangat tidak bisa dibenarkan, meskipun itu semua datang dari orang tua kita sendiri.

Jika Orang Tua Kita Ternyata Benar

Tidak ada yang lebih mengenal kita, selain orang tua kita. Bahkan orang tua lebih tahu dan mengerti pada diri kita dibandingkan kita sendiri. Dan mungkin saja, karena kita sedang dibutakan oleh yang namanya cinta, hingga apa yang dilihat sebagai sisi buruk oleh orang tua kita justru kita tidak bisa menyadarinya. Yang kita lihat hanya sisi baik dan pandangan bahwa cinta itu selalu indah.

Kita harus ingat, orang tua sangat menyayangi kita dan mereka menginginkan supaya kita bisa bahagia dalam hidup ini. Jadi ketika mereka melihat sesuatu yang tidak beres dan merugikan, dalam hubungan cinta kita, tentu saja mereka bakal dengan tegas menolak dan tidak merestui hubungan kita.

Jika orang kita ternyata pernah mendengar bahkan tahu bahwa pacar kita tersebut punya perilaku yang buruk, dan mereka mengkhawatirkan kita bakal dilukai oleh pacar kita, tentu ada baiknya bila kita mencoba mendengarkan mereka, karena mungkin saja mereka ada benarnya.

Jika kita mulai berlaku liar, dan hidup kita mulai kacau, (misal kita mulai mempergunakan obat-obatan terlarang, minuman keras) karena pengaruh pacar kita, orang tua sudah pasti sangat tidak setuju dengan hubungan kita. Dan orang tua juga bakal tidak merestui, bila ternyata selama menjalin hubungan cinta, prestasi kuliah kita mulai menurun, atau kita mulai kehilangan sahabat dan teman kita. Sudah waktunya kita mendengarkan orang tua dan menghentikan hubungan cinta kita. Bagaimanapun, sebuah hubungan cinta yang terlalu banyak mengorbankan dan merugikan kehidupan pribadi kita, sudah merupakan sesuatu yang tidak menyehatkan bagi kelangsungan hidup kita.

Menemukan Jalan Keluar

Seperti dikatakan di awal tadi, cinta itu indah dan bisa membuat hidup lebih bersemangat dan lebih baik. Bila ternyata cinta yang kita jalani sekarang ini memang benar-benar membuat hidup kita lebih baik, lebih nyaman, dan pacar kita benar-benar sayang sama kita dan memberikan efek positif pada kehidupan kita, sudah sewajarnya kita mempertahankan hubungan cinta ini, meskipun orang tua tidak setuju.

Tapi ketika hubungan cinta dirasakan mulai “membahayakan” kehidupan pribadi kita, ada baiknya kita berpikir ulang, apakah perlu kita mempertahankan cinta ini? Perlu diingat baik-baik, kita tidak harus kehilangan hidup kita hanya karena kita jatuh cinta dan membina sebuah hubungan. Keluarga, teman dan kuliah atau sekolah kita, masih sangat penting bagi kehidupan kita. Membina sebuah hubungan cinta, tidak berarti bahwa kita mesti kehilangan itu semua. Bila kita mulai merasakan bahwa kita mulai kehilangan hidup kita, sudah waktunya kita berpikir untuk mengakhiri hubungan cinta ini.

Orang tua selalu mengharapkan yang terbaik buat kita, hadapilah ketidaksetujuan orang tua dengan kepala dingin dan sikap yang kooperatif. Boleh jadi mereka tidak suka dengan pacar kita, tapi suatu hari nanti mereka pasti akan bisa menerima hubungan cinta kita, bila kita mampu membuktikan bahwa apa yang kita lakukan bisa membuat kehidupan kita lebih baik dan lebih indah untuk dijalani.

Selamat Jatuh Cinta!

CINTA DI TOLAK DUKUN BERINDAK

Diposting oleh chank Jumat, 25 Februari 2011 0 komentar



Sebagian pemuda yang dimabuk asmara akibat mengobral pandangan kepada perempuan-perempuan yang juga tidak punya rasa malu mungkin akrab dengan slogan ini, ‘Cinta ditolak, dukun bertindak’. Ada dua hal pokok yang perlu kita kritisi dalam slogan ini.

Pertama, cinta yang salah penerapan. Ketika orang berbicara cinta, maka yang terpikir di otak para remaja adalah pacaran, apel, nonton bareng, dan seabrek kegiatan mendekati zina lainnya. Yang kedua, ketika kepentingan hawa nafsu mereka tidak terpenuhi, maka otomatis mereka lari kepada para dukun yang notebene justru menceburkan mereka ke dalam dosa yang jauh lebih berat yaitu syirik dan kekafiran.

Ini tidak jauh dengan ungkapan, ‘Lepas dari gigitan singa, terjatuh ke mulut buaya’. Nah, tentu ini merupakan musibah dan bencana yang menghancurkan iman dan jati diri seorang insan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia berkenan mengampuni dosa lain di bawah tingkatan syirik bagi orang yang dikehendaki-Nya.” (QS. an-Nisaa’ : 116).

Perhatikanlah, inilah realita umat yang hari ini kita hadapi… Ketika aqidah dan akhlak generasi muda telah terkikis dan luntur dari lubuk hati mereka, maka secara otomatis syaitan dan bala tentaranyalah yang bekerja dan memegang kendali dalam tubuh dan akal pikiran mereka. Maka tidaklah mengherankan jika banyak remaja yang menggandrungi kisah-kisah fiksi yang menyajikan lika-liku dunia perdukunan dan sihir menyihir, bahkan ia menempati posisi best seller yang terjual laris dalam waktu yang singkat, laa haula wa laa quwwata illa billaah!

Sementara di sisi lain, kita saksikan kitab-kitab para ulama salaf masih menjadi barang langka yang menghiasi rak dan meja para pemuda dan generasi penerus perjuangan Islam di masa depan. Jangankan memiliki kitabnya, membaca tulisan arab gundul pun mereka tidak sanggup melakukannya… Sungguh memprihatinkan, sebuah umat yang telah diwarisi dengan al-Kitab dan as-Sunnah oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun justru lebih menggandrungi kitab-kitab ’sihir’ yang memalingkan mereka dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Ketika dahulu para sahabat asyik menelaah dan menyimak hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perbincangan mereka sehari-hari -sampai-sampai mereka menangis-, namun pada hari ini kita saksikan obrolan kaum muda hanya dipenuhi dengan gelak tawa dan isak tangis palsu gara-gara menonton film favorit, pertandingan sepak bola yang sarat dengan suporter ala jahiliyah, dan artis idola atau ramalan bintang anda hari ini, fa inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun.

Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi dukun dan membenarkan apa yang dikatakannya maka sungguh dia telah kafir kepada wahyu yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. al-Bazzar dengan sanad jayid qawiy, disahihkan al-Albani dalam Shahih Targhib wa Tarhib [3044]). al-Qurthubi menjelaskan bahwa yang dimaksud wahyu yang diturunkan tersebut adalah al-Kitab dan as-Sunnah (Fath al-Majid, 268).

Dalam riwayat al-Bazzar yang bersumber dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu dengan lafaz, “Barangsiapa yang mendatangi paranormal, tukang sihir, atau dukun, lalu dia membenarkan perkataannya maka sungguh dia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Shahih Targhib wa Tarhib [3044]). Dalil ini menunjukkan bahwa dukun dan tukang sihir dihukumi kafir, karena mereka telah berani mengaku mengetahui ilmu gaib, padahal perbuatan itu merupakan kekafiran. Demikian juga orang yang membenarkan perbuatan mereka dan meyakini apa yang mereka ucapkan dan meridhai perbuatan tersebut maka hal itu juga termasuk kekafiran, demikian papar Syaikh Aburrahman bin Hasan (Fath al-Majid, hal. 268).

Tentu saja hal ini menunjukkan kepada kita bahwa praktek perdukunan dan paranormal -apa pun istilahnya- merupakan penyakit masyarakat yang sangat ganas dan mematikan. Gara-gara ulah mereka aqidah masyarakat menjadi rusak, tatanan agama menjadi tidak lagi dihiraukan, muncul permusuhan, pengambilan harta tanpa hak, dan pertumpahan darah di atas muka bumi. Lebih parah lagi jika orang-orang itu -dukun/paranormal- telah dilabeli dengan gelar kyai atau pakar pengobatan alternatif. Pada hakikatnya ini adalah penyesatan yang dipoles dengan kata-kata yang indah.

Prev: MASA MUDA ADALAH MASA SEMANGAT UNTUK BERAMAL SHALEH
Next: SILVER LINE

di populerkan oleh:ratih 1727

melihat kebaikan dari segala peristiwa

Diposting oleh chank Sabtu, 08 Januari 2011 0 komentar

Sebenarnya, melihat kebaikan dalam segala hal merupakan ungkapan yang biasa. Dalam kehidupan kita sehari-hari, orang sering mengatakan,

“Pasti ada kebaikan (hikmah) di balik kejadian ini,” atau, “Ini merupakan berkah dari Allah.”

Biasanya, banyak orang mengucapkan ungkapan-ungkapan tersebut tanpa memahami arti sebenarnya atau semata-mata hanya mengikuti kebiasaan masyarakat yang tidak ada maknanya. Kebanyakan mereka gagal memahami arti yang sebenarnya dari ungkapan-ungkapan tersebut atau bagaimana pemahaman itu dipraktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada dasarnya, kebanyakan manusia tidak sadar bahwa ungkapan-ungkapan tersebut tidak sekadar untuk diucapkan, tetapi mengandung pengertian yang penting dalam kejadian sehari-hari.

Kenyataannya, kemampuan melihat kebaikan dalam setiap kejadian, apa pun kondisinya—baik yang menyenangkan maupun tidak—merupakan kualitas moral yang penting, yang timbul dari keyakinan yang tulus akan Allah, dan pendekatan tentang kehidupan yang disebabkan oleh keimanan. Pada akhirnya, pemahaman akan kebenaran ini menjadi sangat penting dalam menuntun seseorang tidak hanya untuk mencapai keberkahan hidup di dunia dan akhirat, tetapi juga juga untuk menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang tak akan berakhir.

Tanda pemahaman yang benar akan arti iman adalah tidak adanya kekecewaan akan apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini. Sebaliknya, jika seseorang gagal melihat kebaikan dalam setiap peristiwa yang terjadi dan terperangkap dalam ketakutan, kekhawatiran, keputusasaan, kesedihan, dan sentimentalisme, ini menunjukkan kurangnya kemurnian iman. Kebingungan ini harus segera dienyahkan dan kesenangan yang berasal dari keyakinan yang teguh harus diterima sebagai bagian hidup yang penting. Orang yang beriman mengetahui bahwa peristiwa yang pada awalnya terlihat tidak menyenangkan, termasuk hal-hal yang disebabkan oleh tindakannya yang salah, pada akhirnya akan bermanfaat baginya.

Jika ia menyebutnya sebagai “kemalangan”, “kesialan”, atau “seandainya”, ini hanyalah untuk menarik pelajaran dari sebuah pengalaman. Dengan kata lain, orang yang beriman mengetahui bahwa ada kebaikan dalam apa pun yang terjadi. Ia belajar dari kesalahannya dan mencari cara untuk memperbaikinya. Bagaimanapun juga, jika ia jatuh dalam kesalahan yang sama, ia ingat bahwa semuanya memiliki maksud tertentu dan mudah saja memutuskan untuk lebih berhati-hati dalam kesempatan mendatang. Bahkan jika hal yang sama terjadi puluhan kali lagi, seorang muslim harus ingat bahwa pada akhirnya peristiwa tersebut adalah untuk kebaikan dan menjadi hak Allah yang kekal.

Walau seseorang berusaha untuk mendapatkan status finansial yang lebih baik, perubahan itu mungkin tidak pernah terwujud. Tidaklah benar jika seseorang menganggap suatu kondisi itu merugikan. Tentu saja seseorang boleh berdo’a kepada Allah untuk mendapatkan kekayaan jika kekayaan itu digunakan di jalan Allah. Bagaimanapun juga, ia harus mengetahui bahwa jika keinginannya itu tidak dikabulkan Allah, itu disebabkan alasan tertentu. Mungkin saja bertambahnya kekayaan sebelum matangnya kualitas spiritual seseorang dapat mengubahnya menjadi orang yang gampang diperdaya oleh setan. Banyak alasan Ilahiah lainnya—di antaranya tidak langsung disadari atau hanya akan terlihat di akhirat—dapat mendasari terjadinya sebuah peristiwa. Seorang usahawan, misalnya, bisa saja tertinggal sebuah pertemuan yang akan menjadi pijakan penting dalam kariernya. Akan tetapi, jika saja pergi ke pertemuan itu, ia bisa tertimpa kecelakaan lalu lintas, atau jika pertemuannya diadakan di kota lain, pesawat yang ditumpanginya bisa saja jatuh.

Tak ada seorang pun yang kebal terhadap segala peristiwa. Biasakanlah untuk melihat bahwa pada akhirnya ada suatu kebaikan dalam sebuah peristiwa yang pada awalnya terlihat merugikan. Meski demikian, seseorang perlu ingat bahwa ia tidak akan selalu dapat mengetahui maksud sebuah peristiwa adalah sesuatu yang merugikan. Ini karena, sebagaimana telah kami sebutkan sebelumnya, kita tidak selalu beruntung dapat melihat sisi positif yang muncul. Mungkin juga Allah hanya akan menunjukkan maksud keilahian-Nya di akhirat nanti. Karena alasan itulah, yang harus dilakukan oleh orang yang ingin menyerahkannya pada takdir Allah dan memberikan kepercayaannya kepada Allah adalah menerima setiap kejadian itu—apa pun namanya—dengan keinginan untuk mencari tahu bahwa pastilah ada kebaikan di dalamnya dan kemudian menerimanya dengan senang hati.

Kesal atau dongkol pada diri seseorang sering direfleksikan dengan marah di dalam hati atas suatu kejadian tertentu. Tetapi kalau tidak tahan sering diungkapkan dengan teriakan minimal dengan bergunggam. Bayangkan saja misalnya ketika kerja seharian full bahkan sampai malam, begitu kepenatan dan keletihan yang sedang dirasakan, tiba-tiba ada seseorang mengkomentari dan mengkritiki dengan nada kasar yang gak tahu posisi dan kondisi yang dalam keadaan lelah letih dan lesu. Anehnya kok di seseorang tersebut berbuat dan merusak hasil kerjaan yang seharian dikerjakan.

Wajar saja lalu setiap orang disitu kesal melihat ulah orang tersebut. Itulah yang disebut dengan kesal yang wajar. Bagaimana dengan contoh yang satu ini; misalnya ketika seseorang (Cok) telah memberikan pertolongan kepada orang lain (Jan). Namun yang ditolong (Jan) tidak mengucapkan terimakasih sedikit pun kepada si (Cok). Pantaskah si (Cok) begitu kesalnya kepada si (Jan)?. Ya bisa jadi timbul kesal karena merasa tidak dihargai. Namun dikategorikan kesal yang tak wajar. Bahkan dekat dengan ciri kebodohan. Mengapa? Karena kalau seseorang telah membantu orang lain dengan tulus ikhlas lalu mengapa dia harus mengharapkan penghargaan dari orang yang ditolongnya, kecuali kalau tidak ikhlas alias mengharapkan sesuatu dari yang ditolongnya.

Rasa kesal Podo ae karo rasa kecewa. Kesal lebih berdimensi lingkup masalah dan waktu yang relatif lebih sempit dan berjangka pendek ketimbang kecewa. Kecewa dikenali sebagai langkah awal timbulnya stres yang kemudian berlanjut ke depresi. Rasa kesal lebih cepat hilang ketimbang kecewa apalagi kalau kecewa berat. Akumulasi dari sejumlah kekesalan, lebih-lebih kesal yang tak terselesaikan, lambat laun akan membentuk kekecewaan.Seperti halnya pada habitat kehidupan yang lain setiap karyawan bisa mengalami rasa kesal di tempat kerjanya. Apakah karena masalah jenis dan beban kerja yang relatif berat; masalah hubungan dengan rekan kerja dan atau atasan yang tiba-tiba kurang harmonis; masalah kinerja yang rendah; masalah penghargaan dari atasan yang kurang; dan kesal karena baru saja ditegur atasan.

Kekesalan seseorang pada orang lain bisa berangkat dari adanya prasangka. Disitu ada fenomena persepsi yang timbul karena adanya informasi tentang objek tertentu; misalnya tentang kelalaian karyawan dalam bekerja. Informasi itu bisa didapat dari orang lain atau dari hasil pengamatan sendiri. Persepsi yang muncul bisa melahirkan rasa kesal atasan kepada karyawan bersangkutan. Semakin banyak atasan memperoleh informasi yang akurat dan valid tentang kelalaian karyawan semakin memungkinkan timbulnya rasa kesal atasan. Sebaliknya semakin sedikitnya informasi yang diperoleh dan sepotong-potong atau hanya dari satu sisi saja semakin besar peluang terjadinya bias persepsi. Semakin bias informasi semakin besar terbuka peluang timbulnya prasangka negatif. 

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Popular Posts

Followers

About Me

image
image

Photo Gallery